Mengenal 5 Jenis Teh Asal Jepang dan Ciri Khasnya, Sudah Pernah Coba?

jenis-jenis teh asal Jepang

Di Jepang, teh sudah menjadi warisan budaya yang tradisinya masih dipertahankan hingga saat ini. Teh hijau atau ocha memiliki rasa teh tawar yang khas dan mengandung banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Jepang sendiri memiliki berbagai macam jenis teh hijau yang namanya familiar dan mudah ditemukan di Indonesia, contohnya matcha yang kini sangat populer di kalangan anak muda.

  1. Teh hijau bubuk atau matcha. Matcha, yang kini semakin populer menjadi minuman favorit anak muda, ternyata adalah minuman inti dari upacara minum teh di Jepang atau yang disebut Sado. Namun, matcha dalam upacara ini merupakan matcha murni tanpa tambahan apapun. Bubuk matcha mempunyai tekstur yang halus dan kaya akan rasa. Proses pembuatan teh matcha dilakukan secara khusus dalam naungan dengan tujuan untuk meningkatkan klorofil, Selanjutnya, daun teh dipetik, dikukus, dikeringkan, dan digiling hingga menjadi bubuk yang halus.
  2. Sencha adalah jenis teh yang paling populer di Jepang. Jika matcha berbentuk bubuk, maka sencha berbentuk daun yang digulung. Proses pembuatannya melalui pengukusan untuk mencegah oksidasi. Kemudian, daun digulung hingga berbentuk tipis dan dikeringkan. Teh ini memiliki aroma rumput laut yang segar, ringan, dan ada sedikit rasa pahit.
  3. Berbeda dengan matcha dan sencha, proses pembuatan hojicha dengan cara daun teh dipanggang. Hojicha juga mengeluarkan rasa yang manis dengan warna cokelat kemerahan. Rasa manis ini dikarenakan adanya proses pemanggangan untuk menghilangkan rasa pahit. Sebelum proses pemanggangan, daun teh dikukus terlebih dahulu, kemudian dipanggang dengan suhu yang tinggi. Hojicha memiliki aroma seperti tanah dan panggang dengan sedikit rasa kacang. Kamu dapat menikmati hojicha dalam bentuk bubuk atau pun daun.
  4. Dahulu, genmaicha sering disebut sebagai teh rakyat karena proses pembuatannya yang dicampur dengan beras untuk menekan biaya. Proses pembuatannya cukup unik. Pertama, daun teh dipetik dan dikukus untuk menghentikan oksidasi. Kemudian, beras merah dipanggang hingga berubah warna menjadi kecokelatan. Setelah itu, beras panggang dicampur dengan daun teh dengan takaran yang sesuai. Aroma teh ini mempunyai ciri khas teh hijau dan rasa kacang dari beras panggang.
  5. Perbedaan koucha dengan teh lainnya yaitu berwarna lebih gelap atau hitam yang berasal dari oksidasi daun teh. Koucha tidak sepopuler teh jenis lainnya. Namun, teh ini merupakan minuman pokok di rumah-rumah Jepang.

Ternyata, Jepang memiliki berbagai macam jenis teh. Meskipun rasanya cenderung teh tawar, namun memberikan aroma yang berbeda dengan teh lainnya. Untuk menikmati teh tersebut secara instant, kamu dapat mencoba teh produk ITO EN. Selain tanpa pemanis, teh ITO EN juga zero kalori, lho!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *